CLICK HERE FOR BLOGGER TEMPLATES AND MYSPACE LAYOUTS »
Powered By Blogger

Jumat, 11 November 2011

Deltras Bergeming dengan Ancaman Sanksi

VIVAnews - Manajemen Deltras Sidoarjo menegaskan kalau mereka tetap akan membawa tim untuk ikut kompetisi Indonesia Super League (ISL) di bawah naungan PT Liga Indonesia (PT LI). Deltras bergeming dengan ancaman PSSI yang akan menjatuhkan sanksi turun satu level bagi klub yang bertanding dalam kompetisi di luar PSSI.

Manajemen The Lobster memang tidak mendaftarkan diri ke kompetisi Indonesia Premier League (IPL), kompetisi di bawah naungan PT Liga Prima Indonesia Sportindo yang ditunjuk PSSI. Namun sekretaris Deltras, Achmad Zaini, menolak jika apa yang dilakukan Deltras dan beberapa klub lainnya, sama dengan klub-klub LPI yang melakukan langkah serupa tahun lalu. 

”Kami berbeda dengan tim LPI musim lalu. Jika LPI tiba-tiba ada, sedangkan kami ada payung hukumnya, yakni Kongres di Bali. Kami hanya mengikuti aturan yang benar saja,” kata Zaini. Hasil Kongres Bali juga menyebutkan jumlah peserta 18 tim dan tetap di bawah naungan PT Liga Indonesia.

Keputusan itu bisa saja berubah. Tetapi Zaini menambahkan, mekanisme harus lewat kongres. “Apa susahnya sih menggelar Kongres,” tambahnya. Karena itu, Zaini menegaskan akan protes jika PSSI tetap  menjatuhkan sanksi. “Apa dasar PSSI memberikan sanksi itu?” cetusnya.

Langkah manajemen Deltras, mendapat dukungan dari suporter Deltras, Deltamania. Ketua Deltamania, Saiful Bakirok mengungkapkan, mendukung langkah manajemen selama berada di jalur yang benar. ”Kami mendukung langkah manajemen selama keputusan itu benar,” kata Bakirok.

Menurut Bakirok, PSSI saat ini telah dipolitisir, banyak keputusan-keputusan yang dipaksakan. Misalnya, penambahan klub yang tidak jelas asalnya seperti PSMS Medan, Persema, Persibo, Persebaya, dan klub lainnya ke kasta tertinggi, sehingga menyebabkan peserta membengkak menjadi 24 tim. Selain itu, jadwal pertandingan yang amburadul dan tidak masuk akal.

Terpisah, Ketua Umum Deltras Sidoarjo Mafirion mengaku tidak mempersoalkan jika sanksi itu benar-benar dijatuhkan. “Tidak ada masalah. Toh sejak awal kami memang memutuskan ikut ISL. Justru yang jadi pertanyaan, kenapa PSSI hanya menghukum enam tim? Padahal yang menolak ikut IPL banyak,” jawabnya dihubungi lewat handphone.

Deltras Bangun Kekompakan di IIC 2011

VIVAnews - Masuknya beberapa nama top di punggawa Deltras Sidoarjo tidak dibarengi dengan intensitas latihan bersama. Bahkan dua punggawa timnas senior, Benny Wahyudi dan Purwaka Yudhi, terhitung hanya sepekan berlatih bersama Mijo Dadic dkk sejak direkrut dari Arema.

"Karena itu kita tidak mau memberi target lebih di Inter Island Cup. Hasil evaluasi, materi pemain sudah pas tinggal kekompakan yang belum terasah. Beberapa pemain inti, belum sempat bergabung seacara intens. Seperti Purwaka dan Benny yang masih fokus di Timnas,” terang manajer tim Yudha Pratama.

IIC 2011 merupakan turnamen pra musim dan terbagi dalam empat grup. Deltras tergabung di Grup C bersama Persipura Jayapura dan PSPS Pekanbaru. Ketiganya akan bertanding di Stadion Surajaya Lamongan mulai Selasa 8 November 2011.

Tiga tim tersebut bakal saling bertemu dengan masing-masing pertandingan berdurasi 45 menit. Mengacu jadwal yang sudah dirilis, Deltras baru bertanding di 2 x 45 menit terakhir.

Selain Grup C, Stadion Surajaya juga menjadi venue Grup B yang ditempati tuan rumah Persela, Persija Jakarta dan Persiwa Wamena. Bedanya, ketiga tim bertanding di jam pertama.

Konsekuensi main di jam kedua, Deltras harus siap-siap dengan permukaan lapangan yang rusak. Apalagi jika turun hujan. Sedangkan mengenai pencahayaan, Surajaya tak bermasalah karena salah satu stadion yang kapasitas penerangannya standar AFC.

Terkait persiapan terakhir, asisten pelatih Troy Medicana menyatakan sudah fit. Termasuk fisik pemain yang dikhawatirkan tidak dalam kondisi terbaiknya setelah sempat diliburkan pasca memilih berkompetisi di ISL.

"Tidak ada persoalan serius dengan pemain. Semua sudah siap tempur. Saya rasa, spirit pemain bertambah besar karena lawan yang dihadapi salah satunya merupakan tim papan atas Indonesia,"

PSPS Kalah Telak Dari Persipura dan Deltras

Pekanbaru, Tribun - Semua pihak mengakui penampilan PSPS tidak memuaskan pada babak penyisihan turnamen Inter Island Cup (IIC) di stadion Surajaya Lamongan, Jawa Timur, Rabu lalu. Penampilan buruk tersebut berujung kekalahan secara beruntun dengan skor telak dari Persipura dan Deltras Sidoarjo.

Dari dua pertandingan sore itu, yang hanya berlangsung 1 x 45 menit, PSPS kalah telak dengan skor 3 - 0 dari Persipura. Kekalahan dengan skor yang sama kembali ditelan kala meladeni Deltras Sidoarjo.

Bahkan dalam dua pertandingan tersebut ancaman yang berbahaya dari tim Dzumafo dkk terbilang minim. Baik ke gawang Persipura maupun Deltras.

Manager PSPS Boy Sabirin sendiri mengakui kekalahan ini disebabkan karena penampilan pemain yang dibawah form. Pemain tidak bisa menunjukkan permainan terbaiknya sehingga harus mengakui keunggulan tim lain.

"Kita harus akui bahwa pemain tampil dibawah form. Tidak bisa menunjukkan permainan terbaiknya. Ini penyebab kekalahan telak ini," kata Boy Sabirin pada Tribun, Kamis (10/11).

Boy pun memperbandingkan penampilan tim berjuluk Asykar Bertuah ini pada pertandingan Rabu lalu dengan permainan kala melakoni laga Solidarity Game di Padang, Sumatera Barat beberapa bulan yang lalu.

"Jauh beda kala di Padang (Solidarity Game) kemarin. Dibawah form kali ini," ujar Boy.

Menurut Boy menurunnya penampilan pemainnya disebabkan karena pemain kelelahan setelah menjalani perjalanan dari Pekanbaru ke Lamongan. Boy mengatakan, pemain tiba di penginapan Kota Surabaya pada Selasa (8/11) malam padahal dari Pekanbaru berangkat sekitar pukul 11.00 Wib.

Akibat faktor non teknis ini, kata Boy, pemainnya tidak bisa menggelar latihan mencoba lapangan stadion Surujaya pada Rabu pagi (9/11). Selain itu, perjalanan dari Surabaya ke Lamongan yang ditempuh sekitar satu jam juga membuat pemain kelelahan.

"Kita bukan mau cari alasan. Sudah pesawat delay. Kita tak bisa latihan ujicoba lapangan. Tapi kita akui, pemain di bawah form. Lawan - lawan kita pun bagus," ujar Boy.

Untuk Persipura, Boy mengakui materi pemain PSPS kalah, termasuk dalam penguasaan bola. Kekalahan dengan Persipura ini dapat diterima sebab lawan yang dihadapi merupakan tim kuat.

Asa kemenganan, kata Boy sempat terlihat kala melawan Deltras. Menit - menit awal pertandingan, kata Boy, skuad PSPS tampak bisa menguasai pertandingan. Namun gol Budi pada menit ke 24 itu, kata Boy, membuyarkan konsentrasi permainan PSPS.

"Kita terima kekalahan ini. Tapi sebenarnya lawan Deltras kita bisa menciptakan gol. Tapi sayang gol pertama Deltras itu membuyarkan semuanya," analisis Boy.

Selasa, 01 November 2011

Aremania Dukung Arema ISL

Resah akan kelanjutan nasib tim pujaannya, semalam Aremania menggelar forum diskusi di kantor Arema di Jln Sultan Agung 9, Kota Malang. Dlm forum yang diikuti hampir seratusan perwakilan Korwil Aremania se-Mlg Raya trsbt, pembahasan utama adalah kejelasan kompetisi yg bakal diikuti Arema Indonesia.

Tentu, pembahasannya bukan Arema versi M Nur yang berkantor di Tidar n t...elah memutuskan ikut kompetisi IPL. Kehadiran Aremania ini sekaligus u menyikapi situasi pelik yang hingga kini belum jua diperoleh jawabnya.

Aremania coba merapatkan barisan demi menemukan kata mufakat menyangkut masa depan klub berlogo kepala singa. Puluhan pertanyaan pun dilontarkan Aremania dalam forum yang dihadiri manajemen PT AI, seperti Rudi Widodo (Direktur), Eko Hendro Prasetyo (Legal) dan Sudarmadji (Media Officer).

Peluang Arema ‘Sultan Agung’ untuk berkiprah di ISL (Indonesia Super League) yang digelar PT Liga Indonesia sebenarnya terbuka lebar. Hanya saja, peluang itu terancam sirna menyusul adanya wacana atau persyaratan dari PT LI agar Arema ‘Sultan Agung’ bersedia untuk rekonsiliasi dengan pihak M. Nur.

Beragam aksi penolakan pun disuarakan lantang oleh Aremania yang dengan tegas tetap menolak kehadiran kembali M. Nur. Pria yang disebut-sebut masih sebagai Ketua Yayasan Arema itu dinilai Aremania sebagai sosok yang paling bertanggung jawab atas konflik yang berbuntut dualisme Arema.

Ayo rekan2 semua 1kan suara, kita mau Arema main di kompetisi mana? tanya Iin, Aremania Korwil Dinoyo. ISL! demikian Aremania menjawab serempak. Mereka bertekad u memperjuangkan Arema berlaga di ISL 2011/2012.

Meski beberapa waktu lalu sempat beredar wacana Aremania untuk memiliki klub baru dengan mengakuisisi klub Divisi Utama, namun dari forum tadi malam Aremania tetap satu suara memberi dukungan pada tim Singo Edan di ISL, tanpa ada syarat harus menjalin rekonsiliasi dengan M. Nur.

Kita mendukung Arema ke ISL tapi tanpa rekonsiliasi. Kalau dipaksakan rekonsiliasi, ya sudah gak ISL-ISLan, sebut Hendrik, Aremania korwil Hamid Rusdi yang juga mengaku telah dikhianati Wali Kota Malang menyusul adanya surat izin penggunaan stadion Gajayana untuk Arema ‘Tidar’ selama lima tahun.

Hingga berita ini ditulis, Aremania msh trs membahas langkah2 strategis u bs memastikan tim Arema kembali berkiprah di ISL. Termsk kemungkinan agenda Aremania ngluruk kantor PT LI di Jkt demi memastikan legitimasi Aremania ini.

Ya, Aremania mendukung manajemen Sultan Agung untuk ikut kompetisi ISL. Sudah gak pakai rekonsiliasi, karena mau rekonsiliasi apa lagi, karena sudah jelas-jelas M. Nur ke IPL dan dia tak pernah punya itikad baik untuk rekonsiliasi, terang Hans Budi P. Ambon, salah satu Aremania yang hadir tadi malam.

Aremania siap menunjukkan dan membuktikan bahwa Arema dibawah kendali tiga Pembina Yayasan, Rendra Kresna, Eddy Rumpoko dan Iwan Kurniawan ini benar-benar mendapat dukungan penuh Aremania. ’’Kita sudah ada agenda perwakilan Aremania ke PT Liga Indonesia,’’ jelas Ambon.

Ya, Aremania mendukung penuh keikut sertaan Arema Indonesia di kompetisi ISL oleh PT Liga Indonesia. Dan akan menunjukkan bahwa Arema Indonesia Sultan Agung yang mendapat legitimasi dari Aremania, yakin Fuad Ardiansyah, Aremania korwil Chli usai pertemuan tadi malam.

Senin, 31 Oktober 2011

Deltras Tak Takut Ancaman PSSI

VIVAnews - Manajemen Deltras Sidoarjo menegaskan kalau mereka tetap akan membawa tim untuk ikut kompetisi Indonesia Super League (ISL) di bawah naungan PT Liga Indonesia (PT LI). Deltras bergeming dengan ancaman PSSI yang akan menjatuhkan sanksi turun satu level bagi klub yang bertanding dalam kompetisi di luar PSSI.

Manajemen The Lobster memang tidak mendaftarkan diri ke kompetisi Indonesia Prem...ier League (IPL), kompetisi di bawah naungan PT Liga Prima Indonesia Sportindo yang ditunjuk PSSI. Namun sekretaris Deltras, Achmad Zaini, menolak jika apa yang dilakukan Deltras dan beberapa klub lainnya, sama dengan klub-klub LPI yang melakukan langkah serupa tahun lalu.

”Kami berbeda dengan tim LPI musim lalu. Jika LPI tiba-tiba ada, sedangkan kami ada payung hukumnya, yakni Kongres di Bali. Kami hanya mengikuti aturan yang benar saja,” kata Zaini. Hasil Kongres Bali juga menyebutkan jumlah peserta 18 tim dan tetap di bawah naungan PT Liga Indonesia.

Keputusan itu bisa saja berubah. Tetapi Zaini menambahkan, mekanisme harus lewat kongres. “Apa susahnya sih menggelar Kongres,” tambahnya. Karena itu, Zaini menegaskan akan protes jika PSSI tetap menjatuhkan sanksi. “Apa dasar PSSI memberikan sanksi itu?” cetusnya.

Langkah manajemen Deltras, mendapat dukungan dari suporter Deltras, Deltamania. Ketua Deltamania, Saiful Bakirok mengungkapkan, mendukung langkah manajemen selama berada di jalur yang benar. ”Kami mendukung langkah manajemen selama keputusan itu benar,” kata Bakirok.

Menurut Bakirok, PSSI saat ini telah dipolitisir, banyak keputusan-keputusan yang dipaksakan. Misalnya, penambahan klub yang tidak jelas asalnya seperti PSMS Medan, Persema, Persibo, Persebaya, dan klub lainnya ke kasta tertinggi, sehingga menyebabkan peserta membengkak menjadi 24 tim. Selain itu, jadwal pertandingan yang amburadul dan tidak masuk akal.

Terpisah, Ketua Umum Deltras Sidoarjo Mafirion mengaku tidak mempersoalkan jika sanksi itu benar-benar dijatuhkan. “Tidak ada masalah. Toh sejak awal kami memang memutuskan ikut ISL. Justru yang jadi pertanyaan, kenapa PSSI hanya menghukum enam tim? Padahal yang menolak ikut IPL banyak,” jawabnya dihubungi lewat handphone.

Rabu, 26 Oktober 2011

Di Klaim kubu Djohar Arifin

Sriwijaya FC membantah telah menyerahkan formulir pendaftaran ulang untuk tampil di Indonesian Premier League (IPL) 2011-12. Direktur Teknik dan SDM PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM), Hendri Zainuddin menjelaskan kalau pihaknya hanya berkomunikasi dengan PSSI tapi tidak mendaftar ulang.

"Tidak ada kami mendaftar ulang untuk tampil di IPL 2011-12. Kami hanya sekadar berkomunikasi dengan PSSI melalui Sihar Sitorus (Ketua Bidang Kompetisi PSSI)," kata Hendri saat dihubungi VIVAnews, Rabu, 26 Oktober 2011.

"Dalam komunikasi lewat telepon tadi, kami sama sekali belum memberikan keputusan apapun kepada PSSI. Sihar kelewatan kalau kami dikatakan ikut mendaftar ulang untuk tampil di IPL 2011-12. Itu tidak benar," lanjut Hendri.

CEO PT Liga Prima Indonesia Sportindo (PT LPIS), Widjajanto telah mengumumkan 18 klub yang diklaim bertahan di IPL. Salah satunya adalah Sriwijaya FC.

"Setelah registrasi ulang peserta yang kami lakukan sampai sore tadi dan rekapitulasi yang dilakukan malam ini, kami menerima 18 klub," kata Widjajanto dalam jumpa pers yang digelar di kantor PSSI, Senayan, Rabu, 26 Oktober 2011.

"Mengenai sejumlah klub yang tidak menyerahkan laporannya itu bukan kewenangan kami. Urusan mereka kami serahkan kepada Komite Kompetisi," lanjut Widjajanto.

Wijajanto menambahkan bahwa dari 18 klub yang sudah menyatakan kesediaannya untuk tetap di IPL, ada tiga klub yang perlu melengkapi berkas pendaftarannya. Masing-masing adalah Sriwijaya FC, Persiwa Wamena, dan Mitra Kukar. Ketiga tim ini akan ditunggu hingga Kamis (27/10), pukul 16.00 WIB.

Deltamania Zona Utara gak wedhi Abang!!