CLICK HERE FOR BLOGGER TEMPLATES AND MYSPACE LAYOUTS »
Powered By Blogger

Senin, 31 Oktober 2011

Deltras Tak Takut Ancaman PSSI

VIVAnews - Manajemen Deltras Sidoarjo menegaskan kalau mereka tetap akan membawa tim untuk ikut kompetisi Indonesia Super League (ISL) di bawah naungan PT Liga Indonesia (PT LI). Deltras bergeming dengan ancaman PSSI yang akan menjatuhkan sanksi turun satu level bagi klub yang bertanding dalam kompetisi di luar PSSI.

Manajemen The Lobster memang tidak mendaftarkan diri ke kompetisi Indonesia Prem...ier League (IPL), kompetisi di bawah naungan PT Liga Prima Indonesia Sportindo yang ditunjuk PSSI. Namun sekretaris Deltras, Achmad Zaini, menolak jika apa yang dilakukan Deltras dan beberapa klub lainnya, sama dengan klub-klub LPI yang melakukan langkah serupa tahun lalu.

”Kami berbeda dengan tim LPI musim lalu. Jika LPI tiba-tiba ada, sedangkan kami ada payung hukumnya, yakni Kongres di Bali. Kami hanya mengikuti aturan yang benar saja,” kata Zaini. Hasil Kongres Bali juga menyebutkan jumlah peserta 18 tim dan tetap di bawah naungan PT Liga Indonesia.

Keputusan itu bisa saja berubah. Tetapi Zaini menambahkan, mekanisme harus lewat kongres. “Apa susahnya sih menggelar Kongres,” tambahnya. Karena itu, Zaini menegaskan akan protes jika PSSI tetap menjatuhkan sanksi. “Apa dasar PSSI memberikan sanksi itu?” cetusnya.

Langkah manajemen Deltras, mendapat dukungan dari suporter Deltras, Deltamania. Ketua Deltamania, Saiful Bakirok mengungkapkan, mendukung langkah manajemen selama berada di jalur yang benar. ”Kami mendukung langkah manajemen selama keputusan itu benar,” kata Bakirok.

Menurut Bakirok, PSSI saat ini telah dipolitisir, banyak keputusan-keputusan yang dipaksakan. Misalnya, penambahan klub yang tidak jelas asalnya seperti PSMS Medan, Persema, Persibo, Persebaya, dan klub lainnya ke kasta tertinggi, sehingga menyebabkan peserta membengkak menjadi 24 tim. Selain itu, jadwal pertandingan yang amburadul dan tidak masuk akal.

Terpisah, Ketua Umum Deltras Sidoarjo Mafirion mengaku tidak mempersoalkan jika sanksi itu benar-benar dijatuhkan. “Tidak ada masalah. Toh sejak awal kami memang memutuskan ikut ISL. Justru yang jadi pertanyaan, kenapa PSSI hanya menghukum enam tim? Padahal yang menolak ikut IPL banyak,” jawabnya dihubungi lewat handphone.

Rabu, 26 Oktober 2011

Di Klaim kubu Djohar Arifin

Sriwijaya FC membantah telah menyerahkan formulir pendaftaran ulang untuk tampil di Indonesian Premier League (IPL) 2011-12. Direktur Teknik dan SDM PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM), Hendri Zainuddin menjelaskan kalau pihaknya hanya berkomunikasi dengan PSSI tapi tidak mendaftar ulang.

"Tidak ada kami mendaftar ulang untuk tampil di IPL 2011-12. Kami hanya sekadar berkomunikasi dengan PSSI melalui Sihar Sitorus (Ketua Bidang Kompetisi PSSI)," kata Hendri saat dihubungi VIVAnews, Rabu, 26 Oktober 2011.

"Dalam komunikasi lewat telepon tadi, kami sama sekali belum memberikan keputusan apapun kepada PSSI. Sihar kelewatan kalau kami dikatakan ikut mendaftar ulang untuk tampil di IPL 2011-12. Itu tidak benar," lanjut Hendri.

CEO PT Liga Prima Indonesia Sportindo (PT LPIS), Widjajanto telah mengumumkan 18 klub yang diklaim bertahan di IPL. Salah satunya adalah Sriwijaya FC.

"Setelah registrasi ulang peserta yang kami lakukan sampai sore tadi dan rekapitulasi yang dilakukan malam ini, kami menerima 18 klub," kata Widjajanto dalam jumpa pers yang digelar di kantor PSSI, Senayan, Rabu, 26 Oktober 2011.

"Mengenai sejumlah klub yang tidak menyerahkan laporannya itu bukan kewenangan kami. Urusan mereka kami serahkan kepada Komite Kompetisi," lanjut Widjajanto.

Wijajanto menambahkan bahwa dari 18 klub yang sudah menyatakan kesediaannya untuk tetap di IPL, ada tiga klub yang perlu melengkapi berkas pendaftarannya. Masing-masing adalah Sriwijaya FC, Persiwa Wamena, dan Mitra Kukar. Ketiga tim ini akan ditunggu hingga Kamis (27/10), pukul 16.00 WIB.

Deltamania Zona Utara gak wedhi Abang!!

Deltamania North Zone

DPR Desak Menpora Tuntaskan Kisruh PSSI

JAKARTA--Komisi X DPR RI bakal mendesak Menteri Pemuda dan Olahraga menyelesaikan permasalahan, bila PSSI tidak mampu mengatasi kisruh yang terjadi di tubuh organisasi itu.

"Posisi DPR sesuai undang-undang memiliki tugas pengawasan dalam hal ini pengawasan terhadap Menpora. Kita akan desak Menpora selesaikan, kalau PSSI tidak mampu menyelesaikan," kata An...ggota Komisi X Zulfadhli saat diskusi bertema PSSI Dalam Cengkraman Politik, Liga Indonesia Milik Siapa? di Jakarta, Rabu (26/10).

Seperti diketahui, sebanyak 14 klub menolak ikut kompetisi yang digelar oleh PT Liga Prima Sportindo karena berdasarkan keputusan kongres di Bali dan peraturan FIFA, kompetisi hanya bisa diikuti 18 bukan 24 klub peserta. PSSI pun dituding sudah melabrak statuta, peraturan FIFA, dan keputusan kongres jika kompetisi ini tetap diikuti 24 klub peserta.

"Penetapan IPL (Indonesia Premier League/Liga Premier Indonesia) melanggar statuta. Tidak boleh diteruskan itu," kata Ketua Persebaya, Wisnu Wardana, di kesempatan sama.

Zulfadhli yakin PSSI bisa menyelesaikan kisruh yang terjadi sesuai dengan aturan mainnya. "Kalau tidak, mau tidak mau DPR mendesak Menpora mengambil langkah memanggil PSSI ini," kata Zulfadhli.

Dia menilai Menpora sekarang kurang respon terhadap persoalan yang muncul di PSSI. "Saya lihat Menpora pusing karena kasus Wisma Atlet, persiapan SEA Games, sehingga kurang respon terhadap persoalan yang muncul," kata Zulfadhli yang juga Ketua PSSI Kalbar, itu.

Dia menegaskan, sudah menjadi fungsi dari pemerintah untuk memasilitasi pihak-pihak yang kisruh untuk duduk bersama menyelesaikan permasalahan. "Fungsi pemerintah harus memasilitasi itu. Itu boleh kan. Bahkan jika terpaksa ada KLB (Kongres Luar Biasa) untuk menyelesaikan itu, pemerintah wajib menyiapkan dana. Itu diatur Undang-undang," kata dia.

Bahkan, Zulfadhli menegaskan, pemerintah juga bertanggungjawab kalau PSSI hancur."Kalau sampai PSSI bubar, mendapatkan suspend (sanksi) dari FIFA, pemerintah bertanggungjawab. Pemerintah tidak bisa lepas tangan secara politik. Siapa yang berkuasa atau yang memerintah itu bertanggungjawab," ujarnya. (jpnn)

Tim Futsal Indonesia Rangking 8 Asia

Penampilan timnas futsal Indonesia cukup menggembirakan. Setelah juara Piala AFF, Indonesia naik ke peringkat ke-8 Asia dengan mengumpulkan poin 989.

Di kawasan ASEAN hanya Thailand yang berada di atas Indonesia. Tim futsal 'Negeri Gajah Putih' ini berada di peringkat ke-3 Asia, di bawah Iran dan Jepang, Uzbekistan dan Australia di peringkat ke-5.
...
Malaysia berada di peringkat ke-13 sementara Vietnam diperingkat ke-18. Jika dilihat dari daftar peringkat ini, seharusnya saingan berat untuk meraih medali emas SEA Games hanya datang dari Thailand yang memang sudah memiliki tradisi sepak bola yang kuat.

Saat ini timnas Futsal Indonesia sedang menjalani try out di Jepang sebagai persiapan menghadapi event SEA Games 2011 Jakarta-Palembang.

Di SEA Games nanti, timnas Futsal Putra berada di Grup A bersama Vietnam dan Filipina, sedangkan Thailand tergabung di Grup B bersama Malaysia dan Myanmar.

-Timnas U-23 Kantongi Kekuatan CALON LAWAN-

Jakarta - Timnas Indonesia U-23
telah mengantongi sejumlah informasi mengenai beberapa
peserta SEA Games yang bisa
menjadi calon lawannya.
Malaysia, satu grup dengan
Indonesia di Grup A ikut
berpartisipasi dalam turnamen
persahabatan di Vietnam, negara
dari Grup B SEA Games.
Ajang ini dimanfaatkan Indonesia
dengan mengirimkan asisten
pelatih Widodo C. Putro dan
Manajer tim Roso Daras untuk
memantau kedua negara
tersebut.
Usai laga uji coba melawan Timor
Leste di Stadion Utama Gelora
Bung Karno, Jakarta (25/10/11),
pelatih Rahmad Darmawan
menjelaskan secara singkat
hasilnya.
"Malaysia solid di pertahanan,
permainan mereka menunggu
lawan dan serangan balik. Tetapi
ini hanya salah satu strategi
mereka. Kami baru akan bertemu
mereka pada laga keempat,
sehingga ada tiga laga lagi untuk
memantau permainan mereka,"
jelasnya.
Sementara mengenai Vietnam, RD
menjelaskan: "Vietnam bermain
selalu menekan. Mereka agresif
dan cukup kuat."

AREMA Di Rayu PT.LI

MALANG - PT Liga Indonesia (LI) masih berhasrat Arema FC bakal mengikuti Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Malah dikabarkan PT LI bakal membujuk klub berjuluk Singo Edan bakal ambil bagian karena statusnya sebagai eks Indonesia Super League (ISL) musim lalu.

Walau diberi porsi dalam RUPS 27 Oktober nanti, rupanya Arema FC tak terbujuk begitu saja. Klub pemegang gela
r ISL edisi 2009-2010 tersebut tetap berpegangan pada tradisi, yakni mengikuti kompetisi yang secara sah digelar PSSI.

"Dalam sejarah Arema, klub ini selalu mengikuti kompetisi yang di bawah PSSI. Musim lalu saat ada kompetisi di luar PSSI, Arema pun tetap konsisten. Itu juga berlaku untuk sekarang dan sampai kapan pun," tegas Media Officer Arema FC Noor Ramadhan.

Pihak PT LI sangat berharap Arema ikut ambil bagian dalam RUPS, karena dalam pra-RUPS lalu tidak ada nama klub berlogo kepada singa tersebut. Manajemen Arema FC versi Rendra Kresna yang semula berencana hadir, ternyata juga tidak kelihatan.

Karena itulah PT LI kemudian mengharapkan Arema FC versi Muhammad Nur untuk hadir dalam RUPS. Sayang keinginan PT LI bertepuk sebelah tangan karena Arema tak berselera mengikuti RUPS yang salah satu agendanya membahas format kompetisi ISL.

"Sejak semula kami tidak menyebut nama kompetisi yang akan diikuti Arema. Apa pun namanya, berapa pun pesertanya, bagaimana pun formatnya, bagi Arema kompetisi yang layak diikuti adalah kompetisi yang digelar resmi oleh PSSI," cetus jurnalis televisi ini.
Praktis, hingga kini Arema masih berpegangan bahwa kompetisi yang akan dilakoni adalah Indonesia Premier League (IPL) yang masih dalam kendali PSSI. Arema juga berpatokan, kompetisi bakal dimulai pada 27 November saat menjamu PSM Makassar di Stadion Gajayana.

Sebelumnya sempat muncul kekhawatiran bakal munculnya dua tim Arema. Itu setelah Arema di bawah kendali M Nur tetap mengikuti kompetisi, sedangkan Arema versi Rendra Kresna bakal ikut ambil bagian di kompetisi ISL yang dikelola PT LI.

Tapi kekhawatiran itu berangsur sirna karena tidak ada Arema yang mengikuti RUPS, baik kubu M Nur maupun Rendra. Dengan tidak adanya Arema di RUPS, kemungkinan besar klub yang berdiri pada 1987 ini tak akan ikut ISL.

Sementara itu, dari kelengkapan tim, Singo Edan optimistis bisa menutup kekurangan pemain sebelum batas pendaftaran pada 26 Oktober. Tim asuhan Milomir Seslija masih membutuhkan dua pemain lagi untuk melengkapi tim yang berjumlah 25 pemain.

Sekarang ini ada dua pemain yang mengadu peruntungan di Arema, yakni Irfan (eks Semarang United) dan Dedy (eks kapten tim PON Jatim). Akankah keduanya yang diari Milo? "Belum. Milo belum memutuskan. Walau waktu sangat pendek, Arema tetap akan selektif," tandas Noor.

Dua pemain tersebut sebenarnya bukan harapan Milomir Seslija yang menginginkan tambahan pemain berkualitas. Namun untuk mencari pemain level satu tampaknya bakal sulit dalam waktu hanya dua hari.

:DeltaMania FLASH

Dari 18 klub yang diundang,6 klub yg tdk hadir(Arema Indonesia,SemenPadang,Persib,Persijap,Persiba Bantul,Persiraja)
Berikut hasil keputusan RUPS:
1. Meminta PSSI untuk taat pada Statuta PSSI dan regulasi lainnya, khususnya menaati dan mematuhi batasan kewenangannya yang tidak boleh mengambil kewenangan keputusan kongres dan kewenangan badan lain seperti putusan komisi disiplin sebagai...mana diatur ...dalam Pasal 37 ayat (1) huruf a Statuta PSSI
2. Menolak format kompetisi 24 klub
3. Menolak kompetisi dikelola oleh PT LPIS
4. Mengembalikan ISL dg 18 klub
5. Melanjutkan kompetisi sepakbola professional Indonesia yang sudah berjalan dengan baik dan dikelola oleh PT. LI secara professional dan independen.
6. Meminta PT. LI segera melakukan komunikasi dan interaksi yang intensif dg PSSI untuk bersama-sama bersepakat melaksanakan kompetisi sepakbola professional Indonesia, khususnya dalam menjaga agar regulasi sepakbola Indonesia tetap terjaga dengan baik dan benar.

DeltaMania :ZONA UTARA:

Selasa, 25 Oktober 2011

AwaL mula perseteruan Bonek dgn Aremania


BONEK MENDAPAT MUSUH SEIMBANG PERTAMA KALI DARI AREMANIA, DIDUKUNG
JAKMANIA.
>
> 1996, ketika revolusi baru dunia supporter sepak bola di Indonesia diawali
dari AREMANIA dengan mengadakan tour ke kandang bajul ijo dipimpin oleh
Letkol Sutrisno (Dandim Malang) yang juga mantan pejabat dilingkungan Kodam
Brawijaya. Inti dari AREMANIA adalah menghapus citra bonek, dengan bertindak
santun, sportif, kreatif dan damai namun "tour maut" ke surabaya, di sana
tidak mendapat respon positif dari bonek bahkan dilawan, diejek, dihina,
diprovokasi, tapi AREMANIA mendapat acungan jempol dari Agung Gumelar,
Gubernur Jatim dan petinggi PSSI yang had irsaat pembukaan pertama partai
persebaya vs Arema di 10 November surabaya dengan hasil 0-0. Disini sejarah
mencatat, bahwa kandang bonek yang terkenal biadab, pertama kali disinggahi
oleh supporter era baru AREMANIA. Meskipun secara kuantitas AREMANIA kalah,
namun secara kualitas, secara politik AREMANIA telah memenangkan perang
melawan kejaliman, 10 Nov surabaya menjadi saksi.
>
> Karena AREMANIA ingin merubah citra Jawa Timur dari tindakan tidak terpuji
bonek, hanya dengan merevolusi citra supporter maka kebenaran dapat
ditegakkan bonek akan dapat dimusnahkan dari bumi Indonesia. Prinsip Arek
Malang, untuk menghancurkan kejaliman tanpa kekerasan ialah dilawan dengan
tindakan sportif, maka AREMANIA mendatangi jantung bonek di surabaya sebagai
pusatnya.
>
> Pada pertandingan berikutnya di Malang ada spanduk "AREMANIA BUKAN BONEK"
dihead line surat kabar SURYA, BHIRAWA, JAWA POS. Disini tingkat permusuhan
terjadi pada titik tertinggi karena bonek tidak bisa selamanya berkuasa,
sebab ada lawan yang tidak dapat ditundukan. Meskipun demikian AREMANIA
tetap dicap sebagai biang keladi tawuran oleh Jawa Pos karena tindakanya
mempertahankan diri dari ulah bonek. Saat itu hanya AREMANIA satu-satunya
yang berani melawan kebiadaban bonek, meskipun secara politik di Jawa Timur
tidak didukung oleh pers terutama Jawa Pos, namun karena tindakan AREMANIA
yang terus-menerus melawan citra negatif bonek akhirnya perlawanan ini
mendapat dukungan dari media masa nasional (Kompas, Tempo, Media Indonesia)